Sejak 35 Tahun yang Lalu
"...Duka sangat mendalam atas kepergian beliau. Kehilangan aktifis dan penggerak dakwah Islam di SMA Negeri 2 dan di Fak Teknik Unhas sekitar tahun 1987..."
Sekitar 1987.. Kata-kata itu kubaca berkali-kali. Terhitung hingga ajalnya tiba, beliau telah berkiprah dalam dakwah selama hampir 35 tahun masa hidupnya.
Sosok teladan dalam dakwah adalah Ummiku sendiri. Walau tak terekspos di media mana pun, walau namanya mungkin tak seterkenal da'iyah yang lain, Ummi tetap konsisten menjalankan dakwah. Mengajarkan risalah agama yang dibawa sejak rasul-rasul terdahulu.
Sebagai putri bungsunya, aku tahu kesibukan demi kesibukan mengejarnya tanpa henti. Mengurus rumah, mengurus kami yang beberapa kali acuh pada perintahnya, hingga mengurus masalah finansial yang lebih banyak minusnya. Namun di samping kesibukannya yang luar biasa, Ummi selalu menyempatkan waktunya untuk mengisi kajian. Bukan pada yang sisa, tetapi selalu jadi prioritas.
Pada momen chat suatu waktu, kulontarkan pertanyaan pada Ummi. Kenapa hingga kini Ummi masih aktif mengisi tarbiyah? Mengisi kajian pekanan yang tentu terus menyita waktu luang yang Ummi punya?
Beliau menjawab panjang. Karena melalui chatting, aku masih bisa membacanya hingga hari ini. Lengkap bersama titik komanya.
Jawaban beliau saat itu berbunyi :
Karena sadar bahwa masih banyak generasi-generasi yang tidak tahu tentang agama, seperti halnya kita dulu.
Kalau bukan karena didakwahkan, maka mungkin agama ini sekadar Islam KTP saja. Banyak yang tidak paham tentang agama dan kewajibannya, termasuk hak-hak Allah, rasul dan petunjuk hidupnya. Mereka hanya berislam ala kadarnya. Baca Al-Quran masih salah. Jarang dibaca apalagi diamalkan isinya. Sunnah nabi terasa asing. Karena generasi kita miskin ilmu, miskin pembelajaran akan diennya.
Kalau bukan kita, lalu tunggu siapa lagi yang akan memberitahu mereka? Rasa tanggung jawab muncul dari pembelajaran yang kita dapatkan dari tarbiyah rutin walau hanya sedikit yang didapatkan dari ilmu-ilmu agama ini. Ilmu agama itu begitu luas. Maka belajar harus seumur hidup. Bahkan meski seumur hidup pun tidak akan cukup untuk mengilmui semua ilmu dari Allah yang sangat luas ini.
Kewajiban dari Allah dan rasul-Nya untuk menyampaikan dien ini walau satu ayat. Kewajiban nafsi-nafsi. Kewajiban individual. Kewajiban setiap orang untuk menyampaikan kebenaran. Karena akan ada pertanggungjawabannya di yaumil akhir nanti terkait orang-orang di sekitar.
(Ummi merasa) belum bisa maksimal, khususnya terhadap keluarga. Berdakwah di keluarga adalah yang terberat. Masih jauh dari yg dicontohkan Rasulullah.
Membaca chat Ummi enam bulan yang lalu terus mendendangkan lagu lama. Rindu. Ingin sekali kudekap Ummi erat-erat, lalu meminta motivasi dan doa restu. Agar aku lebih kuat mengarungi dunia, berdakwah di atas kebaikan. Mendakwahkan risalah Allah.
Komentar
Posting Komentar