Hafidzah sebelum Mati
Artikel ini sangat menginspirasi saya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat pula bagi kalian, yang telah membacanya...
oleh : Erna manimbangi
Sudahkah kita membaca Al-Qur'an hari ini? Sudahkah kita menghafal satu atau dua ayat hari ini? Para sahabat Nabi 1400 tahun yang lalu tidak melewatkan hari tanpa membaca dan menghafal Al-Qur'an yang baru saja turun kepada baginda Rasulullah SAW. Mereka para mujahid-mujahidah, para penjaga-penjaga Al-Qur'an berlomba-lomba menghafalkan dan mengamalkan Al-Qur'an yang mereka dengar baik langsung maupun tidak langsung dari nabi, karena mereka tahu keutamaannya disisi Allah. Mereka tahu bahwa mereka dijanjikan kedudukan yang tinggi di syurga-Nya kelak.Kedudukan disisi Allah jauh lebih penting daripada kedudukan-kedudukan apapun di dunia ini. Kelak, para penghafal-penghafal Al-Qur'an akan memiliki kedudukan yang tinggi disisi Allah sesuai dengan akhir ayat yang telah dihafalkannya, sesuai sabda Rasulullah SAW :
"Pada hari kiamat akan dikatakan kepada ahli Al-Qur'an, bacalah dan naiklah (menuju tingkatan-tingkatan syurga). Bacalah dengan tartil, sebagaimana engkau membacanya ketika di dunia! Karena sesungguhnya tempat kedudukanmu berada pada akhir ayat yang engkau baca."
Sudah berapa umur yang kita lewatkan selama ini? Dan pernahkah kita menghitung sudah berapa ayat Al-Qur'an yang telah kita hafalkan sepanjang usia kita sekarang ini? Al-Qur'an terdiri dari kurang lebih 6666 ayat. Lalu, apakah kita telah menghafal 1000 ayat-ayat-Nya? Jika belum, apakah kita telah menghafal 100 ayat-ayat-Nya? Jika jawabannya masih saja belum, maka apakah kita telah menghafal sebanyak jumlah usia kita sekarang ini?
Marilah kita menghitung-hitung berapa ayat sebenarnya yang telah kita hafalkan sampai saat ini. Mungkin kita telah menghafal 1 juz dari Al-Qur'an dengan asumsi yang paling mudah adalah juz 30 sebagai tempatnya ayat-ayat pendek yang mudah dihafalkan. Jika 20 tahun pertama kita, kita habiskan hanya untuk menghafal 1 juz saja, maka apakah 20 tahun berikutnya hanya akan bertambah 1 juz saja? Lalu 20 tahun terakhir dari usia rata-rata ummat nabi Muhammad SAW, juga akan kita tambah dengan hanya 1 juz saja? Lalu sisa bonus umur yang diberikan Allah kepada kita, kita juga hanya menambah 1 juz saja, maka total hanya 4 juz yang kita hafalkan untuk kemudian kita mengakhiri hidup kita di dunia ini. Itu jika kita diberi umur panjang oleh Allah. Jika tidak, maka berpakah ayat-ayat Al-Qur'an yang berhasil kita hafalkan kelak sebelum ajal menjemput?
Sangat rugi kita sebagai manusia yang diberi umur panjang sampai detik ini jka Al-Qur'an yang kita hafalkan masih sebatas 1 atau 2 juz saja, tanpa keinginan yang kuat untuk menambah lebih dan lebih banyak lagi disisa usia kita yang kita sendiri tidak tahu kapan akan berakhir. Bisa cepat atau ditangguhkan beberapa tahun lagi. Padalah janji Allah telah jelas bahwa kelas-kelas syurga akan kita tapaki satu demi satu sesuai dengan banyaknya ayat-ayat yang telah kita hafalkan. Allah tidak pernah menyalahi janji-Nya.
Puaskah kita dengan hanya mendapatkan syurga yang paling bawah? Atau hanya sebatas sampai kelasnya anak usia SD yang rata-rata telah menghafalkan juz 'amma sebagai juz termudah untuk dihafalkan? Padahal jika kita menginap di sebuah hotel maka kita akan sangat merasa nyaman jika menginap di hotel berbintang, dibandingkan tidur di hotel kelas melati misalnya, yang tidak berpendingin udara. Syurga kelas VIP tentu jauh lebih nyaman daripada syurga kelas sederhana. Kita punya peluang dan kesempatan untuk meraih yang terbaik. Kenapa kita tidak memanfaatkan peluang ini?
Buku-buku pedoman menghafal Al-Qur'an mulai dari metode termudah sampai metode 40 hari bahkan 'hafal Al-Qur'an dalam sebulan' telah banyak beredar. Daurah-daurah menghafal Al-Qur'an akhir-akhir ini sudah mulai banyak digelar di Indonesia. Tinggal kemauan yang kuat dan kesungguhan hati (himmah 'aliyah) yang perlu ditingkatkan untuk meraih cita-cita tinggi ini.
Faktor-faktor yang dapat meningkatkan kesungguhan hati menurut Ir.Amjad Qosim, seorang penulis buku Kaifa Tahfazh Al-Qur'an al-Karim fi syahr (Hafal Al-Qur'an dalam sebulan)
adalah :
- Keinginan untuk mendapatkan kehidupan akhirat dan menjadikannya satu-satunya tujuan.
- Banyak mengingat kematian.
- Berdo'a
- Berusaha keras memusatkan pikiran pada hal-hal yang penting (prioritas)
- Berpindah dari lingkungan yang dapat melemahkan semangat (tidak kondusif).
- Berteman dengan orang yang memiliki kesungguhan tinggi, serta menimba ilmu dari pengalaman mereka.
- Meminta nasihat pada orang-orang shalih.
- Bersungguh-sungguh, tekun, dan gigih dalam setiap keadaan.
Marilah kita giatkan terus program hafalan kita walau satu ayat satu hari daripada tidak sama sekali. Jangan biarkan hari terlewatkan tanpa tambahan Al-Qur'an. Jangan terkecoh oleh bujuk rayu syaitan yang selalu membisikkan kata-kata 'malas', 'saya tidak mampu', jenuh, bosan, dan seterusnya. Kuatkan tekad untuk meraih hadiah yang terbaik disisiAllah, Insya Allah~
Komentar
Posting Komentar