Postingan

Nusaibah Mau ke Ka'bah

"Ya Allah, Nusaibah mau ke Ka'bah ya Allah.. Amiin..."  Begitulah doa yang dipanjatkan putri kecilku tiap kali melihat gambar Ka'bah di sajadah, di buku, dan di mana pun itu. Begitu juga yang ia ucapkan setiap kali aku menelpon suami yang telah terlebih dahulu berada di sana.  Perjalanan ke baitullah bukanlah perjalanan biasa. Ia punya faktor penentu yang tak ada seorang pun tahu, apakah Allah memanggilnya dan mengizinkannya berada di sana atau tidak. Maka tatkala sampai di sana, ucapan talbiah yang terus dilafazkan oleh bibir selalu sama. Labbaikallahumma labbaik. Kami memenuhi panggilan-Mu, Ya Allah..  Orang yang ke sana adalah orang-orang pilihan, orang yang dipanggil langsung oleh Allah. Betapa banyak keajaiban yang terjadi bagi penziarahnya, yang akhirnya mengantar mereka ke tanah suci itu melalui jalan yang tidak diduga. Sebaliknya, sangat banyak cerita tentang mereka yang sudah punya persiapan matang untuk berangkat, tetapi terhalang dengan hal-hal yang sangat ...

Atas Nama Donasi

Berita gempa di Turki dan Suriah beberapa waktu lalu cukup menggemparkan dunia. Informasi dari berbagai segi pandang tersiar, foto maupun video korban tersebar di seluruh jagat maya. Mudah sekali mengakses berita tentang ini, hanya dengan sentuhan jempol yang ringan dan satu kali klik. Bahkan terkadang kita tak perlu melakukan apa-apa, video demi video akan terputar sendiri sepanjang waktu tanpa harus digerakkan sama sekali.  Kemudahan penyebaran informasi ini menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, bantuan dan donasi mudah dikumpulkan dari empati penduduk dunia akan musibah yang para korban alami, terutama ketika melihat cuplikan penyelamatan anak-anak di antara reruntuhan. Seluruh dunia bisa patungan membantu tanpa harus beranjak dari ranjang nyaman di rumah.  Sayangnya, di sisi lain, ada pihak yang tak bertanggung jawab memanfaatkan momen ini untuk menipu. Mengunggah tulisan yang menyentuh hati bersama foto-foto yang mengundang air mata. Mengatasnamakan sebuah lembaga untu...

Titah Sang Raja Muda

"Putra mahkota naik takhta! Putra mahkota naik takhta!" Seruan itu disambut penuh sukacita oleh seluruh penduduk, tanpa pengecualian. Usia sang raja masih belia ketika wasiat sang bapak, raja sebelumnya, dibacakan. Pemuda yang begitu mencintai rakyat, yang amat senang berbaur di tengah-tengah mereka tanpa rasa sungkan.  Tentu pengangkatannya sebagai pemimpin negeri sangat dinanti. Tatkala tersiar kabar penobatan di kerajaan, hampir seluruh rakyat menitikkan air mata, menangis bahagia karenanya.  Harapan penduduk negeri terletak pada pundaknya. Maka masa-masa awal setelah penobatan, sang raja muda sering berpikir keras tentang cara terbaik menyenangkan hati masyarakat. Setelah mengurung diri berhari-hari di kamar, titah pertama sang raja adalah,   "Saya akan memberi wewenang kepada rakyatku agar mereka bisa menetapkan sendiri peraturan yang ditegakkan oleh kerajaan. Keputusanku akan ikut apapun yang mereka inginkan!" Penasihat kerajaan yang telah berusia sepuh, ragu ...

Cerita yang Paling Mengagumkan

Menulis dan menulis, mengarang kehidupan seorang fiksi agar ia "hidup" dalam sebuah tulisan adalah tugas para penulis.  Ketika akan menuliskan cerita, juga memikirkan para tokoh dan karakterisitiknya, aku merenung dan tersadar. Bahwa kehidupanku selama 22 tahun ini merupakan skenario yang paling unik, tak ada kisah yang bisa menyamainya. Juga aku yakin di luar sana, ada jutaan, bahkan milyaran kisah unik lainnya yang tak pernah sama persis satu sama lain, telah dirancang oleh Allah secara apik tanpa terlewat sedikit pun.  Jika setiap orang mau menceritakan kisahnya, kita sebenarnya tak perlu buku-buku fiksi yang dibuat atas dasar khayalan untuk membuat takjub pembaca. Kita juga tak perlu tokoh-tokoh rekaan yang membawa emosi pembaca naik dan turun. Tak perlu itu semua, karena cerita setiap manusia di luar sana sama sekali tak terduga dan lebih mengagumkan. Kita tak tahu saja.  Namun setiap orang punya rahasia dan privasinya masing-masing. Salah satu cara menyampaikan kisa...

Kenangan Indah

Dua tahun lalu, aku masih ingat frustasi yang kurasakan hampir setiap hari di awal kelahiran bayi pertamaku. Tubuhnya yang rapuh, cara berkomunikasinya yang sangat terbatas hingga adaptasi sebagai seorang ibu yang harus menyusui secara berkala membuatku sering uring-uringan. Belum lagi masalah-masalah kecil yang hadir kadang dipikirkan berlebihan, yang kadang aku tak mampu melihat ujung jalan keluarnya. Hari ini, bayi kecilku sudah berusia dua setengah tahun. la sekarang bisa berlari sendiri tanpa harus digendong ke mana-mana. Nutrisinya tak tergantung lagi pada ibunya, ia bisa memasukkan sendiri makanan ke dalam mulut. Pola tidur mulai bisa diatur, meski terkadang energi yang belum habis membuatnya terjaga setengah malam. Aku bahkan kadang masih tak percaya melihatnya bisa naik turun tangga tanpa dibantu sama sekali. Persoalan paska kelahirannya menjadi masa lalu yang kini bukan apa apa. Namun bukan berarti tugasku selesai. lantangan sebagai seorang ibu ternyata berubah-dan meningkat,...

Konsep Kepemimpinan Terbaik

Aku pernah kagum pada pola kepemimpinan Jepang dan negara maju lain yang kubaca dari buku-buku. Bagaimana mereka bisa mengatur negara agar bisa berkembang dan maju. Memerhatikan kepentingan rakyat, mengedepankan sikap disiplin dan bertanggung jawab. Wibawa sang pemimpin terpancar, rakyat pun percaya padanya. Namun setelah kuperdalam kembali tentang pola-pola tersebut, kutemukan bahwa setiap pola memiliki cacat dalam penerepannya. Masih banyak hak rakyat yang belum terpenuhi, bahkan masih ada pemanfaatan posisi untuk kepentingan pribadi. Berbeda dengan metode kepemimpinan dalam Islam. Semakin sering mencari tahu tentangnya, maka makin tak terbendung rasa kagumku. Islam adalah ajaran yang sempurna, tak kutemukan cela padanya. Bagaimana mengatur pemerintahan agar seluruh rakyat mendapat haknya, dan bagaimana hukum bisa bekerja dengan baik menghilangkan kezaliman dari individu tanpa pandang bulu. Setiap kesalahan telah diatur ganjaran yang setimpal, tidak kurang dan tidak lebih. Metode y...

Anugerah di Balik Masalah

Dari dulu, aku sering memikirkan tentang sebuah masalah dan anugerah di baliknya.  Masalah adalah persoalan yang pasti akan dihadapi setiap manusia dalam kehidupan dunia. Rintangan demi rintangan harus diselesaikan, yang kadang dalam prosesnya menguras begitu banyak tenaga. Baik secara fisik, maupun mental.  Namun masalah yang datang dalam kehidupan selalu mengandung anugerah. Hikmah yang bisa dipetik untuk dijadikan bekal pada masa yang akan mendatang. Ia bahkan bisa membuat seseorang lebih maju dibanding selainnya. Karena itu harus peka terhadap pelajaran yang bisa diambil, tidak hanya fokus pada rasa tidak nyaman yang membebani pundak.  Salah satu contoh kecil tentang ini adalah perbedaan iklim dan cuaca pada negara-negara yang berbeda. Pada negara tropis dengan curah hujan tinggi seperti Indonesia, kebanyakan bangunannya dibangun dengan eksterior yang anti air. Berbagai inovasi dibuat agar dinding bisa menahan laju air tidak masuk ke dalam rumah. Perusahaan cat, bahan...